
Dari sekian banyak negara miskin dan berkembang hanya ada satu negara di dunia yang bangga merendahkan martabatnya dengan mengirimkan kaum lelakinya bekerja sebagai budak dan mengirimkan para wanitanya untuk menjadi pembantu bahkan pelacur di luar negeri. Di negeri yang congkak dengan kebesarannya itu, jumlah penduduk merupakan sebuah masalah baginya. Jumlah penduduk yang relative besar dianggap sebagai salah satu biang keladi kenapa negeri tersebut tidak mampu sejahtera.
Akan tetapi penguasa di negeri itu memang sangat pintar, mereka dengan segala cara menjadikannya sebagai sebuah keuntungan ; Penguasa menjadi semakin lalim dengan terus-menerus mengeruk pajak dari rakyatnya dengan alasan agar sejahtera. Tidak usah ditutup-tutupi semua juga tahu kalau penghasilan Negara itu hanya dari upeti yang diwajibkan pada rakyatnya. oh iya, saya hampir lupa, Negara itu punya satu lagi mesin uang yaitu sebuah pulau eksotis yang konon merupakan tempat yang suci dan wingit, tempat berkumpulnya dewa-dewi. Tapi… bisakah tempat suci menghasilkan uang? Tentu saja bisa, tapi tidak banyak. Kalau mau menghasilkan uang banyak tempat suci itu harus diubah menjadi surga dunia, dimana semua dosa menjadi halal. Maka..kun fayakun
Negara ini memang sangat cerdas melihat potensi-potensi yang dimilikinya, selain pulau nan eksotis, Negara ini juga punya hutan yang siap dipanen setiap hari… kenapa baru sekarang? Soalnya dulu masih banyak hantu yang menjaga hutan. Sekarang? Semua hantu itu dibunuh oleh rasionalitas manusia.
Makhluk bernama manusia itu selalu lapar, lihat saja manusia di negeri itu sudah punya jutaan hektar sawah, buah yang berlimpah, umbi-umbian yang tumbuh liar..masih saja butuh tambahan suplai makanan dari Negara tetangga, bahkan masih ada saja yang kelaparan.. Dulu, ketika semua orang masih memperingati perayaan panen dengan memuja Dewi Shri, tidak pernah ada orang yang kekurangan pangan, apalagi kelaparan. Mana ada orang yang berani menjual berhektar sawahnya untuk jadi kebun sawit atau pusat pertokoan. Bias-bisa Dewi shri marah dan tak lagi memberi rezeki. Lagipula bagi dewi shri menjadi petani bukan pekerjaan rendah, malah petani diberi hadiah terus karena memeri makan orang banyak setiap kali panen. Tapi sayang… Dewi Shri juga sudah dibunuh akal manusia.

0 komentar:
Poskan Komentar